RUWAT RIGEN 2022

PASCA PANEN TEMBAKAU MASYARAKAT DESA JAMBU TURUT SERTA  DALAM ACARA " RUWAT RIGEN " DI REST AREA KECAMATAN KLEDUNG

 

      Ruwat Rigen adalah salah satu upacara dalam kebudayaan Jawa yang ditujukan untuk membersihkan keburukan atau menyelamatkan sesuatu dari sebuah gangguan. Meminta pada Allah swt Panen Raya Tembakau diharapkan mendapat keselamatan, kesehatan, dan ketenteraman serta hasil yang melimpah dengan harga yang Menjanjikan supaya Petani tembakau mendapatkan kesejahteraan.

      Rigen adalah Media atau sarana kelengkapan petani Tembakau untuk menata,menyusun Ranjangan tembakau ,Baik menjemur atau sebagai tempat yang diangap pokok dalam pengolahan temabakau. Rigen terbuat dari anyaman Bambu yang disusun rapih dan terbuat dari bambu pilihan.

      “Rigen yang telah diruwat nanti dibawa kembali ke desa, untuk dijadikan ikon,” katanya. Ia mengatakan, masyarakat ingin berkumpul dan berdoa bersama, agar panen yang akan dilaksanakan mendapat hasil yang maksimal, rezeki yang besar, dan doanya terkabul.

      Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengatakan, ritual Ruwat Rigen merupakan selamatan panen tembakau yang dikemas secara adat. Ruwat Rigen berarti merawat segala sesuatu yang berkaitan dengan pertembakauan dan panen tembakau.

“Jadi ini sebagai wujud pengharapan petani agar tahun ini panen dapat berjalan dengan lancar, berhasil dan harganya bagus, serta menjadi rezeki yang banyak bagi masyarakat,” katanya.

Menurut bupati, tradisi ini membuktikan betapa petani penuh ikhitar dalam budi daya tembakau, dengan penuh pengharapan dan permohonan pada Allah. Ritual juga menjadi bukti betapa budi daya tembakau ada sisi transendentalnya, yakni berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Bupati mengatakan, Ritual Rigen akan dimasukkan pada kalender pariwisata Temanggung, sehingga membutuhkan penataan dan manajemen yang lebih baik, atraktif untuk menarik minat wisatawan.

“Harapannya, Ruwat Rigen juga mampu menjadi even wisata di Kledung,” tandasnya.